infoinhil.com .: Situs Berita Inhil :.

Friday
Sep 10th
Home Info Inhil Ekonomi & Bisnis 3500 Hektar Kebun Kelapa di Concong Dalam Terendam Air

3500 Hektar Kebun Kelapa di Concong Dalam Terendam Air

Masyarakatnya Harapkan Perhatian Pemerintah
Tembilahan (infoinhil.com)- Masyarakat  Desa Concong Dalam Kecamatan Concong mengharapkan adanya program pemerdayaan dan peningkat perekenomian untuk mereka. Karena dalam 4 tahun belakangan ini kondisi perekonomian mereka mengalami krisis akibat terendam lahan perkebunan kelapanya.

Kades Concong Dalam Asseri kepada infoinhil.com ( 26/12) mengatakan bahwa memang selama 4 tahun belakangam ini kondisi perekonomian masyarakatnya mengalami morat-marit. Dimana dari 5000 hektar lahan perkebunan kelapa masyarakatnya itu sekitar 3800 hektarnya terendam oleh air asin sehingga tidak produktif lagi.

“ Sebagian besar masyarakat kita itu  mengantungkan hidupnya dari hasil  kelapa maka dengan keadaan perkebunan yang kritis seperti ini, membuat mereka sulit untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu  bahkan akibat terendamnya perkebunan kelapa ini dalam 4 tahun ini sudah 60 KK yang pindah ketempat lain mencari usaha baru” Akui  Asseri.

Asseri juga menambahkan kalau melihat kondisi perkebuanan kelapa yang terendam tersebut jika tidak ditanggapi dan ditangani dengan cepat dikhawatirkan akan terus menyebar kelahan perkebunan lainnya. Pada akhirnya bisa membuat semua lahan perkebunan di desa tersebut akan habis terendam semua ditambah lagi kondisi air makin tahun ke tahun tinggi..

“ Oleh itu kami sangat mengharapkan sekali kepada pemerintah agar cepat bisa memberikan bantuannya untuk mengatasi permasalahan ini. Apakah itu dalam bentuk pembangunan tanggul sekaligus perbaiakannya di perkebunan-perkebuan tersebut dan  program-program yang bisa membantu untuk meningkatakan dan menambah perekonomiannya karena kondisi ini kalau lambat diatasi dapat menambah kesulitkan  perekonimian masyarakat di desa kami ini.” Tambahnya.

Dilain tempat, Arbain (36 Th) petani kelapa di desa Concong Dalam kepada infoinhil.com ( 26/12) mengakui bahwa dengan kondisi perkebunan kelapa yang banyak terendam itu sangat menyulitkan mereka untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari ditambah lagi harga kelapa yang begitu murah.

“ Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya itu dalam satu trip itu kita bisa turun kelapa sebanyak 3000 sampai 4000. Tetapi pada tahun ini akibat banyak lahan yang terendam, itu kelapa kita hanya 1300 sampai 1500 saja. Karena banyak kelapa yang mati terendam oleh air. Mencari usaha lain saat ini kita tidak punya modal dan keahlian lain. Makanya kita sangat berharap perhatian Pemerintah untuk membantunya.” Ujarnya (spt)  
 
 
 
Perhatian!! Pengambilan gambar dan pengutipan berita di infoinhil harus mencantumkan infoinhil.com atau kami akan menuntut secara hukum karena melanggar UU Hak Cipta.

 

Statistics

Anggota : 54
Konten : 1108
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 637920

Tamu Online

Kami memiliki 35 Tamu online